LISA UGM Error Sebut Jokowi Bukan Alumni, Sekarang Lagi Diservis Total
- Reviews
- calendar_month Sabtu, 6 Des 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
- AI UGM LISA error saat menyebut Presiden Jokowi bukan alumni, memicu penghentian layanan mendadak dan update sistem di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM.
- Kesalahan ini terjadi karena bug pada mekanisme belajar LISA yang mengambil data tidak akurat dan kontradiktif dari internet, bukan dari database internal kampus yang valid.
- UGM menegaskan bahwa Jokowi adalah alumni sah yang lulus dari Fakultas Kehutanan dan berkomitmen penuh untuk menyempurnakan AI agar kredibilitas informasi tetap terjaga.
AI Kampus Gadjah Mada Kena Bug Data, Langsung Off dari Publik
YOGYAKARTA – Ada kabar ngakak sekaligus bikin pusing dari dunia teknologi kampus. LISA (Lean Intelligent Service Assistant), Asisten Digital berbasis Kecerdasan Buatan milik Universitas Gadjah Mada (UGM), tiba-tiba down setelah viral gara-gara menyebut Presiden Joko Widodo bukan alumni UGM.
Kontan, AI yang nongkrong di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM itu langsung diservis total.
Insiden ini cepat menyebar di media sosial (When): sekitar Kamis (4/12) menjelang Jumat (5/12) siang. Pemicunya (Why) adalah bug parah pada sistem LISA saat menjawab pertanyaan sensitif.
Dampaknya (What): layanan LISA dihentikan, dan UGM harus segera mengeluarkan klarifikasi resmi. Who terlibat: LISA, UGM (melalui Jubir I Made Andi Arsana), dan pengguna anonim di media sosial. How penanganan: Tim teknis UGM langsung melakukan update dan perbaikan menyeluruh pada AI.
Di lokasi (Where), tepatnya di GIK UGM, pemandangan pada Jumat (5/12) pukul 11.00 WIB menunjukkan anjungan LISA sudah dikerumuni teknisi. Layar LISA hanya menampilkan pesan bersahabat:
“Halo, saya LISA. Saat ini layanan sedang ditingkatkan untuk memberikan pengalaman yang lebih baik. Terima kasih telah menunggu. LISA akan segera kembali.” Avatar LISA hanya bisa berkedip-kedip dan melambaikan tangan, kode bahwa doi lagi recharge ilmu agar tidak salah bicara lagi.
Detil Jawaban LISA yang Bikin Publik Geger
Semua berawal dari sebuah video yang iseng merekam respons LISA. Saat pengguna bertanya “jokowi alumni ugm”, jawaban AI ini langsung membuat shockwave di dunia maya.
LISA merespons, “Joko Widodo bukan alumni Universitas Gadjah Mada. Beliau menyelesaikan pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada pada Fakultas Kehutanan, tetapi tidak lulus dari sana…”
Padahal, faktanya jelas: Presiden Jokowi adalah alumni Fakultas Kehutanan UGM. Jawaban ini memaksa UGM, melalui Juru Bicara Dr. I Made Andi Arsana, angkat suara. Made Andi menjelaskan bahwa LISA dikembangkan untuk tujuan spesifik, yaitu pelayanan terintegrasi mahasiswa, dan bukan untuk data personal atau kelulusan tokoh publik.
Bongkar Dapur AI: Kenapa LISA Nggak Nyambung?
LISA adalah produk kolaborasi UGM dengan PT Botika Teknologi Indonesia. Karena masih soft launching, sistem ini memiliki dua cara untuk belajar: pertama, dari database internal UGM (yang pasti valid), dan kedua, dari informasi di luar UGM atau internet jika data internal tidak mencukupi. Nah, celah ini yang dimanfaatkan bug data.
“Cara kedua dijalankan berdasarkan pertanyaan yang diberikan oleh pengguna dan hasil belajar ini tentu dipengaruhi oleh akurasi dan kebenaran informasi yang didapatkannya dari internet,” kata Made Andi.
Parahnya, jawaban LISA kontradiktif. Di satu sisi menyebut Jokowi bukan alumni, tapi di sisi lain mengakui beliau menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kehutanan UGM. Kontradiksi ini, menurut UGM, adalah penegasan bahwa LISA memang sedang belajar dan tidak dirancang untuk menjawab pertanyaan tentang kelulusan seseorang. Ini seperti AI yang lagi galau memilah mana data hoax mana yang fakta.
Fix Status Jokowi dan Janji Upgrade Data
Demi menjaga kredibilitas, UGM sekali lagi menegaskan bahwa Joko Widodo adalah alumni yang lulus dari UGM. Penegasan ini membantah error data yang disajikan oleh LISA.
Langkah penghentian layanan dan perbaikan yang dilakukan UGM menunjukkan komitmen serius. Targetnya, sistem training data LISA akan diperkuat, terutama dalam memfilter informasi dari internet.
Harapannya, setelah di-upgrade, LISA akan menjadi asisten digital yang tidak hanya pintar, tetapi juga akurat dan nggak gampang kena scam data hoax dari luar. Jadi, kita tunggu saja comeback LISA versi yang lebih smart!
AI Canggih Tetap Butuh Validasi Data Ekstra
Insiden LISA UGM menjadi studi kasus real life bagi kita semua. Sekuat apa pun teknologi AI, ia tetap bergantung pada kualitas data yang diasup.
LISA, yang masih dalam tahap soft launching, mengajarkan bahwa inovasi harus diimbangi dengan data governance yang ketat, terutama di institusi akademik. Penarikan LISA untuk perbaikan adalah langkah tepat untuk menjaga integritas informasi UGM.
Q: Apa yang salah dengan AI UGM bernama LISA?
A: LISA menyebut Presiden Jokowi bukan alumni UGM, padahal beliau lulus dari Fakultas Kehutanan.
Q: Kenapa LISA memberikan jawaban yang salah?
A: LISA masih soft launching, dan saat mencari data yang tidak ada di internal, ia mengambil informasi tidak akurat dari internet.
Q: Di mana LISA berada saat ini?
A: Layanan LISA dihentikan sementara, dan sedang diperbaiki (update) di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM.
Q: Siapa yang membuat LISA?
A: UGM bekerjasama dengan PT Botika Teknologi Indonesia untuk mengembangkan LISA.
Q: Apa yang akan dilakukan UGM pada LISA?
A: UGM akan menyempurnakan proses training data LISA agar AI tersebut lebih akurat dan kredibel.
- person
- visibility 17
- forum 0

Saat ini belum ada komentar